Bolehkah Meng-aqiqahi Anak Yang Sudah Baligh?!

Bolehkah Mengaqiqahi Anak Yang Sudah Baligh?!





Sail : Muhun


Deskripsi Masalah


   Sobri adalah suami dari perempuan yang bernama Tuyah. Setelah sekian lama mereka berumah tangga baru dikaruniai anak satu. Sejak kelahiran anaknya mereka berdua belum mampu beli kambing untuk aqiqah anaknya. Namun setelah anaknya sudah baligh mereka berdua bertambah maju usahanya.


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 

Apakah sobri wajib aqiqah untuk anak nya yang sudah baligh?


Jawaban:


 Waalaikumussalamu warahmatullahi wabarokatuh


Saudara sail yang di rahmati Allah. 

Pada dasarnya aqiqah itu menurut hukum fiqih adalah sunnah muakkadah, bukan wajib , kecuali bila di nazarkan. 

Aqiqah dapat dilakukan pada waktu setelah dilahirkan jabang bayi secara utuh. Adapun waktu yang istimewa buat aqiqah di hari ke 7 setelah bayi dilahirkan. Karakteristik hewan sembelihan yang di rekomendasikan untuk aqiqah peresis seperti hewan yang mencukupi dalam hewan qurban (Pend).


Berkaitan dengan pertanyaan diatas, apakah Pak Sobri di tuntut untuk melakukan aqiqah untuk anak nya yang sudah baligh? 


Dalam kitab Riyadhul badi'ah li Syaikh Nawawi al-Bantani, halaman 83 di jelaskan, bahwa bagi orang tua yang wajib menafkahi bayi dilahirkan 'sunnah muakkadah' untuk meng—aqiqahi bayinya sebelum habis masa 60 hari, bahkan berlaku penekanan sunnahnya sampai bayi di masa baligh, dengan catatan—selagi orang tuanya dalam kecukupan untuk mengadakan hewan aqiqah tersebut. 


Akan tetapi jika orang tuanya tidak mampu melakukan aqiqah kecuali ia mampunya setelah melewati masa 60 hari, maka melakukan aqiqah tidaklah di tekankan dan sudah terlewatkan, bahkan jikalau ia melakukannya hanya di hukumi hewan sembelihan biasa bukan hewan aqiqah.


Kendatipun demikian, apabila bayi yang dilahirkan itu telah dewasa dan ingin meng—aqiqahi dirinya sendiri, maka hal ini diperbolehkan dan ia akan mendapat kesunahan beraqiqah.


Wallahu A’lam Bishowab.


Referensi:

رياض البديعة ص ٨٣—٨٤


والعقيقة سنة مؤكدة ويدخل وقتها بانفصال الولد والافضل ذبحها يوم سابعه ولا يجزئ فيها إلا ما يجرئ فى الضحية واقلها شاة عن كل مولود والافضل ذبح شاتين عن الذكر وشاة عن الانثى ويطبحها بحلو ولا يكسر عظمها بقدر الإمكان وبعثها للفقراء فى اماكنهم احب من ندائهم إليها

و المخاطب بها من تلزمه نفقة المولود إن ايسر بها قبل مضى ستين يوما من الولادة ويستمر طلبها منه حينئذ إلى بلوغ المولود فان لم يوسر بها إلا بعد مضى الستين لم تطلب منه بل لوفعلها حينئذ وقعت شاة لحم لاعقيقة وحيث طلبت منه لا يفعلها إلا من مال نفسه ولو كان المولود غنيا ومن بلغ ولم يعق عنه سن له إن يعق عن نفسه ...ألخ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Bahtsul Masail Lengkap

Kembar Siam Menurut Kacamata Hukum Islam

Mengapa Anjing Diciptakan? Ini Beberapa Hikmah yang Bisa Diteladani Manusia

Kisah Nyata Sampainya Bacaan Al-Qur’an Dan Do’a Kepada Orang Yang Wafat

Bolehkah Shalat Sunnat Tahajjud Sebelum Tidur?

SYA'IR SUNDA PEPELING AKHIR ZAMAN