Kisah Nyata Sampainya Bacaan Al-Qur’an Dan Do’a Kepada Orang Yang Wafat
Foto ilustrasi ziarah qubur
Al-Kisah - Ini sebuah kisah nyata yang di ulas dalam kitab Irsyadul Ìbåd, pada pembahasan tentang ziarah kubur, karya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz rahimahullahu Taȃla, alias Makhdum Tangal alias Zainuddin al-Tsani. Lahir di Malabar, India Selatan dan wafat di Funnan, Indian pada tahun 972 Hijriyah. Dalam kisah tersebut yang sebagaimana telah di terangkan oleh Bādhu ahlil ìlmi, setidaknya ada beberapa hal yang penting kita garis bawahi.
Kisah tersebut yang bermula dari mimpi dan cerita si pemipi tersebut sesuai kenyataan. Dalam kisah tersebut di ceritakan tentang sampainya kiriman bacaan al-Quran, sedekah dan dóa dari orang yang masih hidup termasuk dari anak yang sholeh yang senantiasa mendoakan pada yang telah wafat. Seperti di katakan dalam sebuah hadits,
عَنْ اَبي هُـرَيْـرَةَ رَضِـَي اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَث: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَه (رَوَاهُ مُسْلِمْ)
“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak cucu Adam telah mati, terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).
Dengan demikian, maka sampainya kiriman dóa, termasuk amalan lain dari anak yang sholeh pada orang yang telah wafat bukan suatu ke mushtahilan. Berikut di bawah ini ada sebuah kisah yang semoga memotivasi,
وحڪی بعض اهل العلم ان رجلا رای فی النوم اهل القبور فی بعض المقابر قد خرجوا من قبورهـم الی ظاهر المقبرة واذا بهم يلتقطون شيئا ما يدری ماهو فتعجب من ذلك
Telah meceritakan sebagian ahli ilmu, bahwa ada seorang laki-laki yang melihat dalam tidur nya pada para penghuni kubur di beberapa kuburan. Mereka keluar dari kuburannya ke halaman kuburan. Ketika itu, mereka memungut sesuatu, entah apa yang mereka pungut tersebut. Maka laki-laki itu merasa heran dari kejadian yang sedang berlangsung.
ورايت رجلا منهم جالسا لا يلتقط معـهم شيئا فدنوت منه وسألت ما الذی يلتقط هؤلاء فقال يلتقطون مايهدی اليهـم المسلمون من قراءة القرآن والصدقة والدعاء
“Saya melihat seorang laki-laki di antara mereka yang sedang duduk, tidak ikut memungut apa-apa dengan mereka. Maka saya mendekatinya laki-laki itu dan bertanya, “apa yang sedang di pungut mereka itu? .” Ia menjawab, “mereka sedang memunguti suatu pemberian hadiah kaum muslimin dari mulai bacaan al-Quran, sedekah, juga kiriman do’a.”
فقال ققلث له فـلم تلتقط انت معهم قال انا غنی عن ذلك فقلت بای شيئ انت غنی قال بختمــة يقرؤها ويهديها الی ڪل يوم ولدی يبيع الزلابية فی السوق الفلانی
Maka setelah laki-laki itu mengungkapkannya, kemudian saya berkata lagi kepadanya, ” lantas mengapa Anda tidak ikut memungut hadiah bersama mereka ?!”, dia berkata, “Saya sudah cukup dari hal demikian.” Laki-laki itu bertanya lagi, “memang perkara apa yang telah mencukupi Anda ?” Dia menjawab,— “Sebabnya, selepas ia membaca al-Quran, dan ia pun menghadiahkannya kepada saya setiapi hari, adalah anak saya seorang penjual kue jalabia :(donat) di pasar daerah anu”.
فلما استيقظت ذهبت الی السوق حيث ذڪر فاذا شاب يبيع الزلابية ويحرك شفتيه فقلت بای شيئ تحرك شفتيك قال اقرا القرآن واهديه الی والدی فی قبره
Maka ketika saya bangun, saya pergi ke pasar di mana dia menyebutkan, dan ternyata benarlah tampak seorang pemuda penjual kue jalabia / donat yang tak henti mengkomat kamitkan kedua bibirnya. Lantas saya berkata, “apa sih yang sedang di komat kamitkan kedua bibir Anda itu?” Dia berkata, “Saya sedang membaca al-Qur’an dan saya hadiahkan fahalanya kepada ayahku di alam kuburnya.”
قال فلبثت مدة من الزمان ثم رايت الموتی قد خرجوا من القبور ڪماتقدم واذا بالرجل الذی ڪان لايلتقط صار يلتقط فاستيقظت وتعجبت من ذلك ثم ذهبت الی السوق لٵتعرف خبر ولده فوجدته قد مات ﮬ ارشاد العبـاد الی سبيل الرشاد ، ص ٣٣
Laki-laki pemimpi itu berkata: “Setelah selang beberapa waktu, kemudian saya perenah bermimpi melihat orang mati lagi yang keluar dari kuburan seperti sebelumnya, namun tampaknya ada keganjilan dimana laki-laki yang dulu itu tidak ikut memungut hadiah, anehnya sekarang malah jadi ikut memungutinya. Maka saya terbangun dan saya merasa heran dari mimpi tersebut. Tak habis fikirnya, kemudian saya beranjak pergi menuju pasar dimana seorang pemuda penjual jalabia itu berada untuk mengklarifikasi tentang kabar al-marhum ayahnya. Namun sayang, saya mendapat informasi bahwa pemuda itu di kabarkan telah meninggal dunia.
Wallahu ‘alamu bis showab
Di kutip dari Kitab Irsyad el-I’bad ila Sabili el-Rosyad, Halaman : 33
Mutarojjim : Ustadz Abi Abdul Hadi
Komentar